Yoo.. ketemu lagi..
Kali ini, gw masih ngebahas akuntansi.. Targetnya sih, sampe bisa bikin laporan keuangan!
.
Nah, karena ini artikel bersambung, buat temen-temen yang mo gabung, gw saranin untuk baca artikel Bagian 1, 2, 3 dan 4. Masalahnya, kalo gak baca bagian-bagian sebelumnya, artikel yang ini jadi gak ada manfaatnya.. So, buat yang baru gabung, mundur dikit yah..
.
Oke, gw anggap kita semua udah baca artikel-artikel sebelumnya. Nah, coba kita review lagi yah:
Bagian 1: Kita belajar pendahuluan. Mulai dari rumus akuntansi sampai kenal apa itu account (Perkiraan).
Bagian 2: Kita belajar cara bikin Jurnal Umum dari sebuah oret-oretan (catatan) dagang CV. SENYUM.
Bagian 3: Kita udah belajar cara mindahin Isi Jurnal, ke Buku Besar.
Bagian 4: Kita coba buat Neraca Saldo dari Buku Besar.
.
Daaan.. Untuk berikutnya, kita akan belajar tentang JURNAL PENYESUAIAN.
.
Wow.. apa itu Jurnal Penyesuaian. Ada hubungan darah apa ama Jurnal Umum???!
Jurnal Penyesuaian ama Jurnal Umum itu abang adek lah.. hehehe.
Well, ceritanya begini..
Pada artikel Bagian 4, kita udah buat Neraca Saldo kan? Nah, Neraca Saldo itu adalah neraca saldo periode Jan 2010 – Desember 2010. Dan seharusnya, semua transaksi di periode tersebut, peruntukannya (pemanfaatannya) ya harus untuk periode itu juga.
Maksudnya apa sih??
Maksud gw gini. Kita ambil satu contoh transaksi aja ya.
CV.SENYUM kan pernah sewa tempat buat toko-nya selama 1 tahun (12 bulan). Dan tanggal mulai sewa-nya itu kan 1 April 2010 (coba cek Jurnal Umum-nya). Artinya, sewa berakhir 31 Maret 2011.
Masalahnya, periode akuntansinya itu adalah 1 Januari 2010 dan berakhir 31 Desember 2010.
Jadi, diperiode ini, sewa-nya cuma selama 9 bulan saja. Sedangkan sisanya (3 bulan) lagi, masuk ke perhitungan periode akuntansi 2011. Padahal, di periode 2010, CV.SENYUM udah bayar full 12 bulan.
Nah, inilah yang dimaksud, transaksi di periode 2010, tapi sebagian peruntukannya untuk periode 2011. Dan hal-hal seperti ini yang mengharuskan kita membuat Jurnal Penyesuaian.
.
Hal-hal apa aja yang harus dibuatkan Jurnal Penyesuaian??!
Ada beberapa hal.
1. Beban yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang belum diterima
3. Penyusutan Aktiva Tetap
4. Beban dibayar di muka
5. Pendapatan diterima di muka
6. Pemakaian Perlengkapan
.
Coba kita bahas satu-satu ya..
1. Beban yang masih harus dibayar
Maksudnya adalah, seharusnya ada pengeluaran di periode sekarang, tapi karena sesuatu (misal perjanjian), maka kita boleh membayarnya sekaligus nanti di periode berikutnya. Nah, jurnal penyesuaian berfungsi mencatat berapa sih tanggungan pengeluaran yang harusnya dibayar di periode sekarang.
Contoh kasusnya:
Hutang Bunga (Bank). Kita berhutang ke bank dipertengahan periode akuntansi (misal di bulan Juni 2010), dengan bunga 20% setahun. Artinya, pada bulan Mei periode berikutnya (Mei 2011), kita harus bayar bunga sebesar 20% tadi.
Padahal, kita harus menutup periode akuntansi di bulan Desember 2010.
Karenanya, kita harus hitung berapa tanggungan bunga hutang periode 2010, yaitu bunga bank selama Juni – Desember 2010. Dan besarnya tanggungan inilah yang masuk ke Jurnal penyesuaian.
.
2. Pendapatan yang belum diterima
Maksudnya adalah, kita seharusnya menerima pembayaran di periode sekarang. Tapi, karena sesuatu (misal pernjanjian atau dihutang), pembayarannya mundur dan baru akan dibayar nanti. Padahal kita harus tutup buku.
Contoh kasus:
Karena pelanggan kita terlambat membayar barang kita, maka pelanggan tersebut harus membayar denda sebesar Rp. 200.000 dan pelanggan menjanjikannya di bulan Februari 2011 (perode sekarang adalah 2010).
Nah, karena ini sesungguhnya adalah transaksi Periode 2010, maka kita harus mencatatnya pada jurnal penyesuaian.
.
3. Penyusutan Aset Tetap
Maksudnya adalah, aset (barang kepemilikan usaha kita) seperti mobil, furnitur, komputer dan sebagainya, lambat laun akan rusak dan harus diganti. Artinya, nilai barang tersebut lambat laun akan turun. Nah, penurunan inilah yang harus dicatat oleh jurnal penyesuaian.
Contoh kasus:
Usaha kita punya mobil operasional yang merupakan aset perusahaan. Awalnya beli dengan harga 100juta. Suatu saat nanti, mobil operasional kita tersebut akan tua dan rusak. Dan kita harus menggantinya dengan yang baru.
Misalkan, kita perkirakan umur mobil itu 20 tahun. Artinya, kita perkirakan dua puluh tahun kemudian, mobil itu rusak sehingga bernilai nol rupiah. Jadi, setiap tahun, mobil tersebut akan berkurang nilai nya sebesar 5 juta.
Nah, disini, jurnal penyesuaian harus mencatat besarnya penyusutan aset sebesar 5 juta.
.
4. Beban dibayar di muka
Masih ingat contoh diawal tadi? Tentang biaya sewa?
Nah, itu adalah contoh untuk Beban dibayar di muka.
.
5. Pendapatan diterima di muka
Maksudnya adalah, kita udah dibayar full, tapi pekerjaan atau barang, kita kirimkan bertahap hingga melampui periode sekarang.
Contoh kasus:
Kita menyewakan alat berat selama 1 tahun (12 bulan) dan telah dibayar full sejak awal. Kontrak sewa dimulai bulan Juni 2010 dan berakhir Mei 2011. Padahal, kita harus tutup buku 31 desember 2010. Artinya, sampai desember 2010 kita baru menyewakan selama 7 bulan. Sisanya ada di periode berikutnya.
Nah, disini kita harus membuat catatan penyesuaian sebesar nilai sewa yang belum terpenuhi.
.
6. Pemakaian Perlengkapan
Maksudnya adalah penggunaan barang yang habis pakai. Kita harus menghitung, berapa barang yang sudah terpakai dan berapa sisa-nya. Dan sisanya itu bernilai berapa rupiah.
Selanjutnya, kita harus catat di jurnal penyesuaian.
.
Oke, oke.. Tapi kalo pake contoh transaksi CV.SENYUM, apa aja yang perlu dibuat jurnal penyesuaian???
Sip..
Yang pasti, sesuai catatan Jurnal Umum CV.SENYUM, ada:
1. Sewa Tempat selama setahun, tapi baru mulai di bulan April 2010.
2. Pinjam Bank dengan bunga 20% selama setahun. Bunga yang harus dibayar mulai Mei 2010.
3. Beli peralatan sebagai aset. Nilai peralatan ini akan menyusut.
4. Belanja persediaan. Dan selama setahun, persediaan masih ada sisa.
Nah, transaksi CV.SENYUM diatas lah yang sepertinya membutuhkan Jurnal Penyesuaian.
.
Trus, gimana bikinnya???
Wadooh.. Manja banget..
Ya udah, kita bahas satu persatu deh. Huh..
.
1. Sewa Tempat selama setahun, tapi baru mulai di bulan April 2010.
Coba dilihat kembali Jurnal Umum CV.SENYUM (ada di artikel Bagian 2).
Pada tanggal 1 April 2010, CV.SENYUM mulai menyewa bengkel untuk durasi 12 Bulan (setahun). Setelah 31 Desember 2010, lama sewa adalah 9 bulan. Agar menjadi 1 tahun, masih tersisa 3 bulan di periode berikutnya. Biaya sewa selama setahun adalah Rp. 8.000.000. Jadi, 3 bulan sisanya jika dirupiahkan adalah: Rp. 8.000.000 x 3 / 12 = Rp. 2.000.000.
Dan Rp. 2.000.000 juta inilah yang akan kita masuk-kan ke dalam account Biaya Sewa Dibayar di Muka dengan nomor account 130 (account dan nomornya dapat dilihat pada artikel Bagian 1).
Perlu diingat juga, cara peletakan label Debet dan Kredit. Account Biaya Sewa Dibayar Dimuka adalah account Aset dan ada di sisi kiri.
.
2. Pinjam Bank dengan bunga 20% selama setahun. Bunga yang harus dibayar mulai Mei 2010.
Coba dilihat kembali Jurnal Umum CV.SENYUM (ada di artikel Bagian 2).
Pada tanggal 1 Mei 2010, CV.SENYUM mulai meminjam uang di Bank BCA untuk durasi 12 Bulan (setahun) dengan bunga 20% setahun. Periode ini (Jan – Des 2010) hanya memanfaatkan 8 bulan saja, sisanya 4 bulan dimanfaatkan di periode berikutnya. Namun, pembayaran bunga, akan dilakukan di periode berikutnya (jan – Des 2011), sehingga periode sekarang (jan -des 2010) memiliki hutang bunga kepada periode berikutnya sebesar : Rp. 40.000.000 x 20% x 8 / 12 = Rp. 5.333.333.
Dan Rp. 5.333.333 juta inilah yang akan kita masuk-kan ke dalam account Biaya Bunga dengan nomor account 530 (account dan nomornya dapat dilihat pada artikel Bagian 1).
Perlu diingat juga, cara peletakan label Debet dan Kredit. Biaya bunga termasuk account Biaya.
.
3. Beli peralatan sebagai aset. Nilai peralatan ini akan menyusut.
Coba dilihat kembali Jurnal Umum CV.SENYUM (ada di artikel Bagian 2).
Pada tanggal 2 Mei 2010, CV.SENYUM membeli peralatan bengkel senilai Rp. 40.000.000. Semua peralatan memiliki umur sehingga suatu saat pasti akan rusak.
Kita perkirakan umur peralatan yang kita beli adalah 10 tahun. Kita gunakan metode linier untuk menentukan penurunan nilai aset maka setiap tahun akan ada penurunan nilai peralatan sebesar 10%. Sedangkan di periode ini, kita belum genap setahun menggunakan peralatan (baru 8 bulan).
Berarti, berapa besar penyusutannya?
Rp. 40.000.000 x 10% x 8 / 12 = Rp. 2.666.666.
Dan Rp. 2.666.666 juta inilah yang akan kita masuk-kan ke dalam account Biaya Penyusutan Peralatan dengan nomor account 520 (account dan nomornya dapat dilihat pada artikel Bagian 1). Perlu diingat juga, cara peletakan label Debet dan Kredit.
Disini, kita juga memiliki sebuah account aset : Akumulasi Penyusutan Peralatan. Account ini untuk mencatat penyusutan secara keseluruhan.
.
4. Belanja persediaan. Dan selama setahun, persediaan masih ada sisa.
Nah, kalo yang ini, kebetulan kita udah buat. Coba lihat dibuku besar pada account Persediaan. So, kita udah gak perlu buat.
.
Nah, Jurnal Penyesuaian udah selesai.. Total, kita udah bikin 3 jurnal penyesuaian. Jurnal ini, nantinya akan masuk ke dalam laporan keuangan.
.
Jadi selanjutnya kita bakal buat Laporan Keuangan?
Hmm.. Sayangnya belum.. Abis ini, di Artikel berikutnya, kita akan buat Jurnal Penutup.. So.. Tunggu artikel berikutnya yah…
.
See yaaaa…









ditunggu artikel selanjutnya mas…
Mas… berikut na sangat ditunggu lho…
Info na sngt membantu gw yg bru mw bljr AK
Tengkyu atas info akuntansi na….
Dipercepat y klo ada materi berikut na….
post ke email jacky.mj21@yahoo.com jga y…. Arigatou…
Saya tunggu laporan berikutnya mas..
wah enak di pahami…. pake contoh lagi, lanjutannya pa biar ilmunya ga nanggung. hehehe
kak mana nih artikel selanjutnya ?
artikelnya bagus seru ringan masuk memori langsung nih
bagian ini saya mendadak pucet…
btw, laporan R/L nya dimana yah?